Recent Posts

MIE THEK THEK



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ada gak yang sering ngrasain yang saya alami, yaitu bingung mau bikin sarapan apa? Yakin deeeh kalau saya pasti banyak temennya hahaha. Memang sih kalau sarapan sebenarnya ya yang praktis-praktis aja, yang gampang dan cepet bikinnya. Pokoknya yang anti ribet lah. Kakak Naira terbiasa sarapan setelah subuh, bisa dibayangin donk gimana bundanya ini harus sejak pagi buta nyiapin sarapan hihihi. Ntar saat anak-anak sarapan, saya biasanya lanjut prepare bekal dan diusahakan beda dengan menu sarapan biar gak bosen. Jangan dibayangin bekalnya juga heboh ya, justru yang sederhana aja, misalnya pizza ala roti tawar, schotel, fritata, nasi goreng atau bahkan mie goreng. Kalau punya sisa rendang, naaah itu baru saya bisa agak santai heuheuheu.

Salah 1 yang jadi favorit saat sarapan adalah mie. Buat saya sebisa mungkin gak makan mie instan kecuali kepepet dan diusahain kepepet-nya itu gak sering-sering lah hahaha. Bikin mie thek-thek ala abang-abang ini jadi salah 1 solusinya. Lagian gak mungkin kan ada tukang mie thek-thek lewat subuh, jadi kalau pengen ya harus bikin sendiri hihihi. Enak lho makan mie gini pagi-pagi, kuah hangatnya itu paaas banget, apalagi di saat cuaca sedang gak enak seperti sekarang ini ya. 

Untuk yang punya stok bumbu dasar putih, bikin mie thek-thek ini bisa cepat. Kalau lagi gak punya stok, saya biasanya udah bikin bumbu sejak malam dan ditumis sekalian, jadi paginya saya terhindar dari acara uleg menguleg. Saya juga biasanya bikin mie thek-thek ini kalau lagi punya stok ayam ungkep, jadi bisa lebih praktis lagi kan. Kalau gak punya ayam ungkep, tinggal ngerebus ayam aja sebentar dan digoreng. Pokoknya dibikin gampang aja deh ya, bahannya menyesuaikan yang ada di rumah aja. Eh ya bumbu dasar ini gak cuma enak dibuat mie thek-thek yang berkuah gini tapi enak juga untuk mie goreng. Bumbunya sih sebenarnya sama aja kok dengan mie jawa hihihi. Yuuk cobain,

MIE THEK-THEK

Bahan :
200 gr mie, rebus hingga matang
2 potong ayam, rebus dan goreng sebentar (saya pakai stok ayam ungkep)
1 butir telur, kocok lepas
700 ml air kaldu
Sayuran secukupnya (sawi, kol atau tauge)
2 sdm kecap manis
1 batang daun bawang, potong-potong
1 buah tomat, potong-potong
3 cabe rawit utuh (optional)
Garam dan gula pasir secukupnya
2 sdm minyak

Bumbu Halus :
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 kemiri
1/2 sdt merica

Cara Membuat :
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum dan matang
2. Masukkan sayuran dan suwiran ayam. Aduk rata.
3. Tuang air kaldu, masukkan kecap manis, garam dan gula pasir. Tutup dan masak hingga mendidih.
4. Masukkan mie, aduk hingga rata kemudian tuang kocokan telur. Aduk hingga berserabut dan masak hingga mendidih lagi. Jangan lupa test rasa hingga sesuai selera ya.
5. Menjelang diangkat, masukkan daun bawang, cabe rawit dan potongan tomat.
6. Angkat dan segera sajikan dengan taburan bawang goreng.



Naaah kalau abang mie thek-thek gak lewat-lewat, jangan baper plus mager yeees. Yuuk ke dapur aja bikin mie thek-thek ala emak-emak ini. In shaa Allah gak kalah enak kok

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya ^^

BINGKA KENTANG



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ini pertama kalinya saya bikin bingka kentang ala Banjarmasin dan yang kedua kalinya makan bingka kentang hihihi. Sekitar setahun yang lalu saya dibawakan bingka kentang asli Banjarmasin oleh tante yang memang tinggal disana. Masya Allah ternyata rasanya tuh gak cuma enak tapi enaaak banget. Penasaran lah saya pingin bikin juga, tapi gak punya cetakannya kan. Sebenarnya bisa aja sih bikin pakai ramekin biasa, tapi pengennya ya kaya versi aslinya bentuk bunga-bunga hahaha.

Alhamdulillah ternyata sepupu saya yang di Banjarmasin rela bawain 2 buah cetakan bingka ini. Masya Allah secara cetakan ini berat, dan bawanya juga 2 plus ikan asin sepat juga hihihi. Alhamdulilah namanya rezeki ya. Sekian lama cetakan itu gak saya pakai dan baru kesampaian ini saya nyobain. Yang pernah saya makan dulu bingka kentang kelapa muda, kali ini saya bikin versi ori aja karena lupa beli kelapa muda hahahah.

Daaan...inilah bingka kentang ala saya. Sepertinya bingka kentang ini butuh anti aging ya hiiiiks. Jadinya keriput, mengkeret dan gak cantik blas ya. Kalau soal rasa saya sudah suka, enak deh. Kata orang Banjar, teksturnya udah "pecah di ilat" atau bahasa bulenya "melted on the mouth" atau gampangnya sih lumer ketika masuk mulut hihihi. Panjang amat sih istilahnya bund. Apa yang salah saya sendiri juga kurang tau. Konon versi aslinya bingka ini memang tidak memakai terigu sama sekali, ini yang bikin teksturnya jadi lumer. Saya pakai terigu 1 sdm dan masih dapat tekstur lumernya, walau yaaa itu tadi bingkanya butuh anti aging hahaha. Konon di Banjar sana, bingka juga dimasak langsung di atas kompor dan tutupnya dari tanah liat. Kalau bingka Pontianak saya kurang tau juga karena belum pernah makannya.




Terlepas dari bentuknya yang sama sekali gak cantik, saya tetap suka resep ini. Resepnya saya dapat dari Kiki yang memang urang Banjar ya Ki. Jazakillah khoir adek shalihat, suka banget dengan rasa bingka ini.

BINGKA KENTANG ALA BANJAR

Bahan :
4 butir telur bebek (saya pakai telur ayam biasa)
200 gr kentang kukus, haluskan
175 gr gula pasir
500 ml santan dengan kekentalan sedang
1 sdm tepung terigu (aslinya gak pakai)
1/2 sdt vanilla (optional)

Cara Membuat :
1. Campurkan telur dan gula, aduk asal rata kemudian masukkan ke dalam santan. Aduk rata memakai hand whisk.
2. Masukkan tepung terigu, vanilla dan kentang. Aduk hingga rata (saya mixer sebentar)
3. Tuang ke cetakan bingka yang sudah dioles atau dialasi kertas roti.
4. Panggang dengan suhu 190'C menggunakan api bawah hingga set dilanjutkan memakai api atas selama 10 menit atau hingga matang. Saya hanya menggunakan api bawah saja selama kurang lebih 60 menit.
5. Angkat dan dinginkan baru dikeluarkan dari cetakan.

Dari 1 resep di atas jadi 1 cetakan bingka seperti pada foto dan ada lebihan adonan, saya tuang ke dalam 2 buah ramekin kecil.



Masih penasaran dengan bingka kentang ini. Jadiii next time memang harus bikin lagi.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya ^^

LEMON CURD TART



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah udah memasuki bulan Agustus ya, masya Allah waktu cepat sekali berlalu, gak kerasa udah Agustus aja. Naah kalau postingan saya di awal Agustus ini jelas bukan bikinan bulan ini tapi bulan lalu donk hihihi...banggaaa. Udah lama banget pengen nge-lemon curd karena saya pengen bikin lemon curd tart atau pie lemon curd. Akhirnya diniatin laah beli lemon spesial untuk bikin lemon curd ini. Eh yaa udah pada tau kan lemon curd? Dulu saya juga sudah pernah posting kok tentang si lemon curd ini.

Lemon curd ini sering disebut juga sebagai custard atau vla lemon. Teksturnya memang mirip, tetapi sebenarnya sangat berbeda bahannya. Vla biasanya dibuat menggunakan susu atau krim sedangkan lemon curd ini memakai jus lemon atau air lemon sebagai bahan utamanya. Lemon curd ini kalau saya bilang multi fungsi ya, enak untuk olesan roti atau bisa juga untuk isian pie, sus atau olesan cake. Rasanya manis asam, tapi lebih dominan rasa asamnya. Sebenarnya tergantung juga dengan takaran gula yang dipakai sih ya. Kalau saya suka yang dominan asamnya, karena seger bangeet. Seperti halnya vla, lemon curd ini tidak tahan lama, beda ya dengan selai. Apabila disimpan di kulkas, maksimal 7 hari saja ya.

Kembali ke lemon curd tart. Untuk bahan kulitnya bisa menggunakan resep mana aja yang sesuai dengan selera. Kalau saya lebih suka resep kulit yang tidak menggunakan telur karena menurut saya lebih renyah. Tapi kulit pie yang menggunakan telur juga enak kok, perlu dicobain keduanya deh biar tau bedanya hehehe. Selain resep kulit pie biasa, saya juga favorit banget memakai resep French Tart Dough-nya David Lebovitz. Hayoo resep yang mana tuh? Sebenarnya sudah pernah saya posting juga kok, tapi udah lamaa hihihi. Resep pie mas David ini unik karena adonannya dimasak seperti halnya kita membuat kulit sus. Hasilnya juga oke lho, kokoh dan tetap renyah. Trus pakai resep yang mana kita? Bisa pakai resep mana aja, kalau saya sih tergantung mood euy. Saya tuliskan aja keduanya ya, mumpung lagi ada waktu duduk manis di depan laptop.




CRUST TART / PIE


  • French Tart Dough - David Lebovitz

Bahan :
160 gr butter / margarin
2 sdm olive oil / minyak sayur
sejumput garam
6 sdm air
300 gr tepung terigu serbaguna

Cara Membuat  :
1. Campurkan butter / margarin, garam, minyak dan air. Masak hingga butter leleh dan meletup-letup, matikan api.


2. Masukkan tepung terigu, aduk cepat memakai sendok kayu hingga rata dan adonan kalis. Adonan siap dicetak.
  • Crust Tart

Bahan  :
250 gr tepung terigu serbaguna
150 gr margarin
1 sdm gula pasir halus
5-6 sdm air es

Cara Membuat  :
1. Campur tepung terigu, margarin dan gula pasir halus. Aduk memakai pisau pastry atau bisa juga memakai 2 buah garpu hingga berbulir-bulir.
2. Tambahkan air es sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dipulung. Hentikan penambahan air bila adonan sudah kalis atau tambahkan air bila tekstur adonan dirasa masih kering.
3. Siap digunakan

Penyelesaian :
1. Siapkan loyang pie, bisa ukuran kecil atau ukuran besar. Oles tipis dengan minyak sayur atau margarin. Cetak adonan
2. Apabila menggunakan cetakan kecil, dasar crust ditusuk-tusuk dengan garpu. Apabila menggunakan cetakan besar, letakkan kertas roti di dasar crust kemudian beri kacang-kacangan atau bisa juga beras. Hal ini bertujuan agar crust tidak menggelembung selama proses pemanggangan.
3. Panggang dengan suhu 170-180'C hingga coklat keemasan.
4. Angkat dan biarkan hangat baru dikeluarkan dari cetakan dan diisi dengan lemon curd. Simpan di kulkas, enak disajikan dingin.





Nah crust pie sudah jadi, sekarang tinggal resep lemon curd. Masih tetap sama dengan resep yang dulu, saya selalu memakai resep dari Joy of  Baking. Resepnya simpel, bahan-bahannya juga gak aneh-aneh hihihi.

LEMON CURD

Bahan :
3 butir telur
80 ml air perasan lemon
150 gr gula pasir
56 gr unsalted butter, potong dadu
1 sdm lemon zest (parutan kulit lemon)

Cara Membuat :
1. Panaskan air. Sisihkan.
2. Dalam sauce pan, campur telur dan gula, aduk menggunakan whisker hingga rata kemudian masukkan air lemon.
3. Letakkan sauce pan di atas panci yang berisi air tadi (double boiler), kecilkan api. Aduk terus menerus agar tidak ada yang menggumpal. Setelah 10 menit, tekstur lemon curd akan mengental.
4. Angkat dari panci, masukkan butter dan lemon zest. Aduk hingga butter leleh dan rata.
5. Biarkan uap panaskan hilang kemudian tutup dengan cling wrap. Setelah dingin bisa disimpan di kulkas.

Ini dia foto-foto lemon curd-nya. Saya suka banget dengan warna kuning terangnya ini ^^








Seperti yang saya tuliskan di atas, lemon curd tart saya ini gak pakai dipanggang lagi ya. Jadi lemon curd langsung saya oleskan di tart seperti halnya vla di fruit pie. Rasanya dominan asam tapi enaaak deh, syegeer, apalagi kalau disajikan dingin. Kalau kurang suka asam, takaran gula bisa ditambahi seusai selera.

Recomended untuk dicobain karena enaak deh.

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

LEMON BUTTERCAKE



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Liat foto lemon buttercake di laptop dan baru ingat kalau saya belum posting resepnya di blog. Baiklaaah sekarang kita cerita tentang lemon buttercake ini aja lah ya hihihi. Saya bikin lemon buttercake ini udah lama juga, sebulan yang lalu !! Bikinnya waktu bulan Ramadhan, 2 hari menjelang Lebaran euy hahaha. Gak kurang lama tah bund postingnya. Harap maklum yaaa...biasa lah lagu lama-nya bunda Nina hihihi.

Saya sudah beberapa kali posting resep lemon cake, mulai dari yang tipe buttercake atau spongecake. Kali ini saya share lemon buttercake memakai resepnya multi talented mommy Tintin Rayner. Sesuai dengan namanya, lemon buttercake brarti cake ini dibuat dengan memakai buttercake method, yaitu butter dan gula dikocok terlebih dahulu baru bahan lain dimasukkan. Setiap membuat buttercake, sebisa mungkin saya menggunakan full butter, kecuali yaa butternya gak cukup, baru lah saya mix dengan margarin. Kenapa kok disarankan memakai full butter? Karena buttercake ini memang ciri khasnya, aroma butternya yang kuat. Teksturnya memang padat dan mengenyangkan, lebih beremah dibandingkan spongecake, tapi bukan berarti "seret" ya. Jadi kalau ingin mendapatkan buttercake yang enak, ya memang dianjurkan memakai full butter. Bukan berarti kalau dimix margarin atau bahkan memakai full margarin, cake-nya gak bisa jadi alias gagal ya. Tetap bisa jadi, tapi tentu saja rasanya bakalan beda dibanding dengan yang memakai full butter.

Kembali ke lemon buttercake ini. Cake ini recomended banget lho, enak deh. Saya suka dengan aroma lemonnya yang cukup kuat. Bayangin deh ya aroma butter dipadukan dengan aroma lemon. Haduuuh...syedaap banget. Kalau lemon glaze yang putih-putih di atasnya itu sebenarnya optional aja kok, saya suka tetapi anak-anak saya kurang suka. Asem katanya, ya iya laaah kalau manis brarti kaya glasur donk hehehe. Menurut saya lemon buttercake ini memang jodohnya ya pakai lemon glaze, tapi kembali pada selera aja ya. Gak pakai juga gak apa-apa kok.




 Teksturnya padat tetapi tetap moist.


LEMON BUTTERCAKE

Bahan :
230 gr butter
220 gr gula pasir halus
5 kuning telur
3 putih telur
1 sdt vanilla paste
1 sdt baking powder
1/4 sdt garam
1 sdm parutan kulit lemon (lemon zest)
260 gr tepung terigu protein rendah / sedang
60 ml air lemon

Cara Membuat :
1. Panaskan oven 170'C, siapkan loyang. Olesi margarin bila perlu (saya pakai loyang anti  lengket, jadi tidak perlu olesan)
2. Campur dan ayak tepung terigu, garam dan baking powder. Masukkan parutan kulit lemon, aduk hingga rata.
3. Kocok butter dan gula hingga mengembang dan pucat.
4. Masukkan telur satu persatu, beri jeda sekitar 1-2 menit antara telur sambil terus dikocok. Masukkan vanilla paste.
5. Masukkan campuran terigu, berselang-seling dengan air lemon, sambil terus dikocok dengan mixer speed rendah. Diawali dan diakhiri dengan tepung terigu ya. 
6. Matikan mixer, tuang adonan ke loyang dan panggang hingga matang. Oven saya sekitar 40 menit.
7. Angkat, balikkan ke cooling rack dan dinginkan.

Untuk lemon glaze, saya tidak pakai takaran ya, saya kira-kira aja. Gula halus dicampurkan dengan air lemon, diaduk hingga rata sesuai dengan kekentalan yang diinginkan. Rasanya asem manis segeeer.



Lemon buttercake dengan lemon glaze gini, cocok ya untuk acara spesial keluarga atau sekedar untuk teman ngeteh di sore hari. Buat sarapan juga enak kok, apalagi kalau masih hangat.

Happy baking...semoga bermanfaat ^^

MEE GORENG MAMAK



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Untuk saya, makanan yang berbahan dasar mie itu adalah comfort food banget. Selalu suka makan mie dan berkreasi dengan mie. Padahal dulu waktu kecil saya gak doyan mie lho hihihi. Pertama kali doyan makan mie waktu SMP dan itupun yang pertama kali dimakan adalah mie instan. Walaupun pertama kali doyan mie dari mie instan, Alhamdulillah saya gak pernah addicted sama mie instan ya. Yang ada sekarang saya suka masak mie hahaha. Mulai dari mie ayam sampai mie kangkung, semua suka. Ya iya laaah pecinta mie.

Nah kalau yang ini pasti sudah banyak yang tau, yaitu mee goreng mamak, salah satu olahan mie yang berasal dari Melayu. Rasanya unik deh dan yang pasti enak. Saya sudah lama pengen nyobain bikin mee goreng mamak ini dan akhirnya memilih resep dari Chef Yuda Bastara. Bikinnya gampang banget lho, yaaa simpel seperti mie goreng lainnya. Trus apa yang bikin unik? Kita lihat resepnya dulu yuuuk.




MEE GORENG MAMAK
source : Chef Yuda Bastara

Bahan :
150 gr mie telur kering
100 gr fillet ayam, potong dadu kecil
1 blok kecil tahu, potong-potong dan goreng
1 kentang, kukus dan potong-potong
5 bakso, iris tipis (resep asli pakai fish cake)
2 butir telur, buat orak arik
3 siung bawang putih, memarkan dan cincang
Tauge, sawi secukupnya
2 sdm minyak goreng

Bumbu :
3 sdm saus tomat
3 sdm saus sambal
1 sdm kecap asin
1 sdm sambal terasi
1 sdt kari bubuk
----> campur dan aduk rata semua bumbu

Cara Membuat :
1. Rebus mie hingga lunak, angkat dan tiriskan kemudian beri minyak dan kecap secukupnya. Aduk hingga rata.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga layu dan harum. Masukkan potongan ayam, aduk hingga berubah warna.
3. Masukkan bumbu, tauge, sawi, bakso, tahu, kentang dan telur orak-arik. Aduk hingga tercampur rata.
4. Masukkan mie, aduk hingga rata kemudian test rasa hingga sesuai selera.
5. Angkat, sajikan hangat dengan perasan jeruk limau dan taburan bawang goreng

Dari baca resepnya, udah ketauan kan yang bikin unik mee goreng mamak ini. Mulai dari pelengkapnya yang memakai tahu dan kentang rebus, trus dari bumbu-bumbunya, yaitu ada sambal terasi dan kari bubuk. Penyajiannya yang memakai perasan jeruk limau juga semakin membuat mee goreng mamak ini semakin kaya rasa. Biasanya kan kalau pakai air jeruk limau tuh mie kuah ya, lhaa ini mee goreng.. Tapi beneran deh, rasanya juara. Harus dicobain ^^



Happy cooking...semoga bermanfaat ya ^^

PUMPKIN BUN (ROTI LABU)



Bismillahirohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Halooo apa kabar? Ada yang DM saya nanyain tentang roti labu, yeeess pas banget ya, sekarang saya mau posting roti labu alias pumpkin bun. Seperti halnya kue-kue yang berbahan labu, roti labu ini juga empuuk banget. Mirip-mirip deh dengan potato bread atau roti kentang. Untuk membuatnya gak sulit kok, sama aja kaya bikin roti-roti yang lain, tapi memang harus telaten nguleninya karena memang adonan lebih lembek dibanding yang tanpa labu. Saya kebetulan memakai mixer, tapi setelah selesai dimixer tetap saya uleni sebentar dengan tangan dan memang masih kerasa lengketnya. No worries ya, memang gitu teksturnya. Kalau ada yang merasa ribet dengan nguleninya, percayalah keribetan itu sebanding dengan hasilnya kok, ya itu tadi roti yang empuk dan lembut. Bahkan menurut saya sampai agak susah berdiri tegak, eaaa...istilahnya berdiri tegak kaya mau upacara aja huhuhu. Maksudnya rotinya jadi kurang kokoh gitu dibandingkan dengan roti lainnya.

Yang saya suka juga dari pumpkin bun ini tentu saja adalah warnanya. Cantik banget yaa warnanya, bisa kuning nge-jreng gini. Tapi sebenarnya, warna rotinya juga tergantung juga dengan labu yang dipakai, jadi walau sama jenisnya bisa juga nanti warnanya beda karena tingkat kematangan labunya juga beda. Seneng banget ya liat roti berwarna ngejreng gini dan tanpa pakai pewarna apapun.

Seperti biasanya kalau bikin roti saya mah bikinnya roti sobek aja hihihi. Maklum gak telaten banget ngebentuk roti, padahal saya sebenarnya pengen juga bikin roti yang dibentuk cantik dan lucu gitu, tapi entah kenapa kok ya baliknya ke roti sobek lagi. Kalau disuruh milih, saya pasti milih dekor cake aja deh hahahah, eh tapi lama gak main spuit juga pastinya tangannya udah kaku nih ya.

Untuk isian dan topping roti, monggo sesuai selera aja. Saya seringnya pakai yang ada di rumah, kali ini saya pakai keju quick melt dan selai coklat. Yang mana yang isi keju dan yang mana isi coklat saya juga gak nandain, ngasal aja naruhnya karena biar jadi kejutan gitu waktu maemnya hihihi. Untuk toppingnya kali ini saya pakai wijen hitam dan wijen putih, maklum adanya ya cuma itu, lagi gak punya keju cheddar biasa atau meises. Ternyata cakep juga kan pakai topping duo wijen ini.

Ini dia penampilan si roti labu sesaat sebelum dioven, diproofing, udah dioles-oles dan ditaburi duo wijen. Tuh sebelum dipanggang aja warnanya memang udah asli cakep yaah.






PUMPKIN BUN (ROTI LABU)

Bahan :
200 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
7 gr ragi instan
75 gr gula pasir
2 kuning telur
100 ml susu cair dingin
100 gr pure labu kuning
35 gr margarin
1/2 sdt garam

Olesan :
1 kuning telur + 2 sdm susu cair, aduk rata

Cara Membuat :
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instan, aduk hingga rata.
2. Masukkan kuning telur dan susu cair sedikit demi sedikit. Uleni atau mixer hingga kalis.
3. Masukkan pure labu, margarin dan garam. Uleni atau mixer hingga kalis dan elastis. Adonan akan sedikit lengket, teruskan aja nguleninnya ya.
4. Bulatkan adonan, diamkan hingga mengembang 2x lipat, selama kurang lebih 50-60 menit.
5. Kempiskan adonan, bagi menjadi 10 bagian dan bentuk atau beri isian sesuai selera, letakkan di loyang yang sudah dioles margarin. Diamkan lagi 20 menit.
6. Oles dengan bahan olesan, taburi topping dan panggang dengan suhu 190'C selama 15 menit atau hingga matang.
7. Panas-panas olesi dengan butter, siap disajikan.




Kalau lagi ngeroti gini, abisnya cepat banget apalagi kalau masih anget. Hmmm...tau-tau tinggal setengah loyang aja. Eh ya dari resep di atas sebenarnya masih ada sisa 2 bulatan yang saya taruh di papercup, gak sempat motret soalnya yag di paper cup itu yang duluan dimakan hihihi. Padahal sebenarnya sih bundanya modus banget, anak-anak disuruh makan yang di paper cup dulu waktu masih anget, sementara yang di loyang kan bisa difoto dulu uhuuy ^^

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

KUE LUMPUR PANDAN NANGKA



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Dari minggu kemarin entah kenapa saya pengeeen banget bikin kue lumpur pandan. Trus liat orang jualan nangka juga langsung kebayang kue lumpur topping irisan nangka hihihi. Tapi ya itu mau beli nangka kok ya males banget, maunya nunggu yang di pohon mateng atau bahkan nunggu gratisan aaawww >_<  Emak-emak banget deh ya, maunya ngirit atau cap ratu alias ra tuku alias gratiiis. Alhamdulillah ternyata beneran ada yang ngasih saya nangka lho, berbarengan juga dengan nangka di pohon udah matang. Ya Allah...nikmat yang datang berbarengan ya. Akhirnya diniatin bener deh harus bikin kue lumpur, secara udah beli kentang sejak minggu kemarin hihihi.

Tadinya saya pengen bikin kue lumpur labu karena masih ada pure labu di freezer, tapi akhirnya labu tersebut malah berubah jadi roti labu hihihi. In shaa Allah nanti diposting juga ya disini atau bisa juga dilihat di IG saya. Trus sempat kepikiran juga bikin kue lumpur tape gara-gara dapat banyak oleh-oleh tape. Ternyata tapenya udah abis aja tanpa sempat dibikin kue lumpur. Akhirnya beli deh kentang, diniatin aja deh bikin kue lumpur kentang. Seperti biasa kalau membuat kue lumpur baik itu kue lumpur kentang, ubi, tape, pisang ataupun labu base resep saya tetap sama yaitu resep kue lumpur dari NCC. Udah cocok banget dengan resep tersebut, bahkan sejak dulu jadi resep andalan saya waktu masih jualan kue. Dari resep tersebut tinggal disesuaikan aja dengan bahan yang dipakai, misalnya kalau memakai labu yang lebih berair dibandingkan kentang, maka takaran santannya saya kurangi. In shaa Allah hasilnya bisa tetap oke kok walau divariasikan menjadi berbagai jenis.

Kue lumpur pandan nangka ini di dalamnya juga ada irisan nangkanya lho, jadi nangka tidak hanya saya jadikan topping. Duuh mentang-mentang lagi banyak nangka ya heuheuheu. Kalaupun tidak pakai isian nangka, tetap enak walau hanya jadi topping. Kue lumpurnya tetap lembuuut. Yuuk dicobain. 




Irisan nangka juga ada di dalamnya lho 

KUE LUMPUR PANDAN NANGKA

Bahan :
400 gr pure kentang
3 kuning telur
2 putih telur
250 gr gula pasir
1/2 sdt vanilla
500 ml santan (masak dengan daun pandan dan biarkan dingin)
250 gr tepung terigu serbaguna
100 gr margarin leleh
1 sdt pasta pandan
Nangka secukupnya, iris dadu kecil (saya gak timbang ya)

Cara Membuat :
1. Kocok gula pasir dan telur hingga kental dan pucat, kemudian masukkan vanilla dan santan sedikit demi sedikit sambil dimixer dengan kecepatan rendah.
2. Masukkan pure kentang bergantian dengan tepung terigu sambil dimixer hingga tercampur rata dan teksturnya halus. Matikan mixer.
3. Masukkan pasta pandan dan margarin leleh sedikit demi sedikit. Aduk rata memakai spatula hingga tercampur rata.
4. Masukkan sebagian irisan nangka, aduk hingga rata.
5. Tuang ke cetakan kue lumpur yang sudah dipanaskan, tutup. Setelah 1/2 matang beri topping irisan nangka, tutup dan lanjutkan memasak hingga matang. Gunakan api kecil saja ya, agar lumpur bisa matang sempurna dan permukaan bawahnya tidak gosong.
6. Angkat dan siap disajikan.

Eh yaa dulu ada yang DM saya dan bilang naksir cetakan kue lumpur saya yang sudah jelek ini hahahah. Ini cetakan kue lumpur udah lama banget, dulu sering saya pakai untuk jualan. Saya cuma punya 2 cetakan dan sekarang kondisinya memang udah jelek semua kaya gini karena keseringan dipakai. Sebenarnya saya punya juga yang dari teflon tapi entahlah kenapa saya lebih suka pakai yang ini. Mungkin karena udah terbiasa pakai ya, jadi udah tau cetakannya. Cetakan kue lumpur kaya gini banyak dijual di pasar tradisional atau toko alat-alat kue. Bahannya cukup tebal, tapi tutupnya cuma dari seng tipis biasa. Gak masalah sih ya, kan cuma buat nutup waktu masak aja, gak perlu yang tebal hihihi. Jadi harap maklum ya kalau beberapa foto kue lumpur saya pakai cetakan ini lagi. menurut saya cetakannya jadi fotogenic sih...halaaaah >_< 

Selamat mencoba yaa...semoga bermanfaat ^^

BAKSO GORENG IKAN



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh
Salah 1 cemilan kesukaan anak-anak saya, yuup bakso goreng. Saya bikin ini pas masih mereka liburan kemarin. Jadi sebelum saya tinggal kerja, biasanya bebikinan dikit dulu laah untuk anak-anak. Kalaupun gak sempat bebikinan ya saya suruh mereka bongkar parcel aja hihihi. Kebetulan saya masih punya sedikit fillet tenggiri di kulkas, sebenarnya pengen bikin sate lilit tapi kok ya males karena memang cuma dikit filletnya. Kalau nurutin beli dulu, yaa entah kapan tuh belinya ke pasar heuheuhu. Jadi akhirnya fillet yang seuprit itu saya bikin bakso goreng aja.

Eits saya pernah posting juga tentang bakso goreng ikan. Kurang lebih resepnya hampir mirip  kok, cuma yang ini saya mix dengan udang. Lagi-lagi karena saya masih punya sedikit udang kupas di kulkas. Pokoknya ini sebenarnya dalam rangka bersih-bersih freezer ya, jadi yang tinggal sedikit-sedikit ini diolah. 

Bakso goreng ini paling enak kalau disajikan hangat. Gak heran kalau motretnya sudah banget karena kan udah ditungguin anak-anak. Kalau masih hangat, masih renyah. Kalau udah dingin, memang gak renyah lagi, tapi bukan berarti alot ya. 




BAKSO GORENG IKAN

Bahan :
150 gr fillet tenggiri (bisa juga pakai tuna, dori dll)
50 gr udang kupas
3 siung bawang putih, goreng
1.5 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt gula pasir
150 gr tepung tapioka
1 butir telur
50-75 ml air es
1 daun bawang, cincang (optional ya, gak pakai gpp)
Minyak goreng

Cara Membuat :
1. Dalam food processor, masukkan fillet ikan, udang kupas, bawang putih, garam, gula dan merica. Proses hingga halus.
2. Masukkan telur dan air es sedikit demi sedikit, aduk hingga rata.
3. Masukkan tepung tapioka dan irisan daun bawang. Aduk hingga rata.
4. Olesi tangan dengan minyak goreng, bentuk bulat atau bisa juga dengan bantuan 2 sendok.
5. Panaskan minyak, goreng hingga matang dan berwarna kecoklatan.
6. Angkat, tiriskan dan sajikan hangat.

Disajikan dengan cocolan saus sambal dan mayo enaaak, sambil nyeplus rawit juga oke atau dimakan langsung juga hayuuk aja. 



Selamat mencoba...semoga bermanfaat ya ^^

DENDENG KECAP (SEMUR PEKALONGAN)



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Ini menu ifthar saya hari ini, masya Allah yang namanya ngidam pengen bikin dendeng kecap udah lama dan baru kesampaian sekarang. Tentang dendeng kecap sebenarnya sudah pernah saya posting dulu ya, tapi gpp yeees saya posting lagi hihihi. Ketauan kalau sebenarnya lagi males nyoba menu baru nih >_<

Kalau kita berbicara mengenai dendeng pasti yang terbayang adalah irisan daging tipis yang kering ya. Tapi dendeng kecap berbeda, yang ada adalah mirip dengan semur. Saya sendiri gak tau kenapa namanya dendeng kecap. Menu ini berasal dari Pekalongan, sehingga sejak kecil saya sudah sangat familiar dengan dendeng kecap ini. Sampai sekarang Mama masih sering masak dendeng kecap. Apalagi kalau ada keluarga Pekalongan datang berkunjung, biasanya ada aja yang bawain dendeng kecap. Tak heran kalau ada acara keluarga, dendeng kecap selalu ada. Bikinnya sendiri cukup mudah, cuma pakai bumbu iris aja, mirip banget deh dengan semur. Yang membedakan, dendeng kecap ini enak banget kalau dimasak super pedas. Aroma daun salamnya juga berpengaruh lho, sedap banget. Setau saya ada versi yang memakai santan dan ada yang tidak. Kalau mama selalu memakai santan sedikit, katanya biar lebih gurih dan sedap, jadi saya kalau bikin juga pakai sedikit santan. 

Menurut saya dendeng kecap ini juga lebih enak kalau udah nginep ya hihihi, mirip blendrang donk ya. Hayooo ada yang tau blendrang itu apa hihihi. Blendrang itu sayuran yang diinapkan dan biasanya rasanya akan semakin enak karena bumbu semakin meresap. Kalau bikin dendeng kecap saya gak berani yang heboh pedesnya karena anak-anak juga ikut makan. Jadi seringnya cabe rawit saya kasih utuhan aja. Tapi percayalaaah...dendeng kecap ini enak banget kalau pedeees.






DENDENG KECAP (SEMUR PEKALONGAN)

Bahan :
500 gr daging, potong-potong
10 butir telur puyuh atau bisa juga pakai telur ayam
1 buah kentang, potong dan goreng sebentar
9 butir bawang merah, iris tipis
5 siung bawang putih, iris tipis
2 helai daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
3 cabe merah, iris serong
7 cabe rawit utuh (boleh kalau mau diiris)
10-12 sdm kecap manis
1 sdm gula merah sisir
1500 ml air kaldu atau air biasa
75 ml santan kental (bisa pakai santan kental instan)
garam, gula pasir secukupnya
1 tomat, belah
2 sdm minyak untuk menumis

Cara Membuat :
1. Rebus daging sebentar hingga berubah warna, buang airnya dan rebus lagi dengan api kecil hingga setengah empuk. Ambil dagingnya dan saring kaldunya, sisihkan. Kalau mau praktis boleh juga dipresto ya.
2. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum dan layu. Masukkan daun salam, lengkuas dan cabai. Aduk hingga rata dan layu.
3. Masukkan daging, telur dan kentang, kemudian tuang air kaldu.
4. Tuang kecap, gula merah, gula pasir dan garam. Masak hingga mendidih dan daging empuk.
5. Tuang santan kental dan tomat, masak lagi sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah. Test rasa hingga sesuai selera.
6. Angkat dan sajikan dengan taburan bawang goreng

Dinikmati dengan sepiring nasi putih hangat, masya Allah nikmatnya. Jangan lupa kasih taburan bawang goreng yang banyak ya biar tambah sedap. Eh ya kalau di Pekalongan, dendeng kecap ini sering juga dijodohkan dengan megono, tapi sayangnya sampai sekarang lidah saya belum bisa menikmati megono huhuhu.

Yuuk cobain yuuk, siapa tau bisa sesuai dengan selera keluarga. Btw...sedikit cerita tentang buku saya sudah diposting di IG ya, in shaa Allah nanti saya posting juga disini. Buku berjudul "100+ Resep Andalan Dapur Bunda Nina" sudah bisa diperoleh di toko buku Gramedia. 

Happy cooking...semoga bermanfaat ^^

SUP IKAN ASAM



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Sup ikan asam ini saya buat minggu lalu, gara-garanya ngiler dengan buatan mbakyu Anita hihihi. Kebetulan kami lagi shaum, jadi kebayang kalau buka dengan sup ikan yang seger pastinya enak banget. Akhirnya saya niatin deh pagi-pagi pergi ke pasar untuk beli ikan segar, pengennya sih saya pakai tuna atau tongkol atau cakalang. Ternyataaa sampai di pasar, ikan yang saya pengen lagi kosong dan yang ada malah ikan dorang yang seger-seger. Sebenarnya saat itu kebayang dorang bakar kecap yang super lezat, tapi kan lagi pengen sup ikan nih. Ya wis laah saya tetap beli dorang dan diniatin untuk bikin sup ikan nan seger hihihi.

Sebenarnya untuk membuat sup ikan ini, bisa pakai ikan apa aja asal berdaging tebal. Menurut saya memang lebih enak memakai ikan laut segar, saya kurang suka sup ikan yang memakai ikan air tawar. Ada juga yang bilang, ikan kan amis kalau dibikin sup apa gak tambah amis ya. Naaah makanya dibuat yang seger-seger kaya gini, jadi gak terasa amis lho. Dagingnya juga jadi tambah lembut, pokoknya menurut saya mah enak banget hihihi.




Untuk membuat sup ikan ini bisa dengan berbagai resep ya, sudah beberapa kali juga saya posting di blog. Kalau yang ini resep super simple banget tapi rasanya tetap enak. Kalau pingin bikin yang ala Manado, bisa bikin ikan kuah asang, mirip-mirip kok sebenarnya. Kalau punya belimbing wuluh, bisa dipakai juga ya untuk gantinya tomat hijau. Untuk memperkuat rasa asamnya, saya pakai air jeruk nipis. Masya Allah ....seger bangeet.

Resep berikut gak pakai takaran pasti ya, saya juga cuma cemplang cemplung aja masaknya, trus dicicipi hingga sesuai selera. Masaknya enak dadakan sesaat sebelum dimakan, kan bikinnya juga cepat. 

SUP IKAN ASAM

Bahan :
Ikan berdaging tebal, berduri besar, misalnya tongkol, tuna, cakalang, saya pakai dorang
Bawang merah, iris tipis
Bawang putih, iris tipis
Cabe merah besar, iris
Cabe hijau besar, iris
Cabe rawit utuh
Tomat hijau atau bisa juga pakai belimbing wuluh
Serai, memarkan
Lengkuas, memarkan
Air jeruk nipis
Garam dan gula pasir
Daun kemangi
Air secukupnya

Cara Membuat :
1. Lumuri ikan yang sudah dipotong-potong dengan air jeruk nipis dan garam, diamkan 15 menit.
2. Didihkan air, masukkan serai, lengkuas, bawang merah, bawang putih, irisan cabe merah dan hijau serta cabai rawit.
3. Masukkan potongan ikan, garam dan gula pasir. Masak hingga mendidih lagi, jangan terlalu sering diaduk ya agar ikan tidak hancur.
4. Menjelang diangkat, masukkan tomat hijau, daun kemangi dan air jeruk nipis. Masak lagi sebentar.
5. Angkat dan sajikan.




Masya Allah....nikmat sekali untuk menu ifthar, buat menu makan siang juga syedaaap. Anak-anak saya juga suka sup ikan yang segar kaya gini ini. Monggo dicobain, semoga sesuai dengan selera keluarga ya.

Eh yaaa mumpung ingat, Alhamdulillah di bulan Juli ini sudah terbit buku kumpulan resep saya yang berjudul "100+ Resep Andalan Dapur Bunda Nina" . Buku tersebut berisi resep kue dan masakan yang pernah saya posting di IG dan blog serta beberapa resep baru. Saya berharap buku sederhana tersebut bisa bermanfaat ya. Untuk info selengkapnya, nanti akan saya posting lagi. 

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

CAKE TAPE



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Lagi rajin baking nih hihihi, tumben banget ya, biasanya malesnya gak ketulungan. Sebenarnya sih karena lagi seneng nyobain loyang baru aja, jadinya baking deh. Loyangnya sebenarnya sejak sebelum Lebaran kemarin sih dan untuk uji coba saya udah coba bikin lemon cake. Puas banget dengan hasilnya makanya setelah mudik, saya nyobain lagi loyangnya. Eh ya mana lemon cake-nya bund? Hihihi...belum diposting di blog yaa, tapi udah ada kok di IG, monggo bisa meluncur ke IG dulu ya, in shaa Allah secepatnya diposting di blog, moga-moga gak keduluan males >_<

Kebetulan saya dapat kiriman tape Jember 2 box, masya Allah syukron khoir ya. Pada tau kan kalau tape Jember itu enak banget, manis tapi gak berair, juara banget deh tapenya. Setelah puas dimakan gitu aja, sisanya saya olah jadi cake tape ini. Tadinya pingin nyoba bikin proll tape, tapi karena males gugling resepnya, saya pakai resep dari Femina yang udah dihafal luar kepala aja deh hihihi. Resepnya juga sebenarnya udah pernah saya posting kok di blog dan sampai sekarang selalu jadi resep andalan. Cuma kali ini saya gak pakai keju ya, jadi judulnya cake tape aja. Percayalah walau tanpa keju, cake tapi ini tetep enaaak.






CAKE TAPE

Bahan :
5 butir telur
180 gr gula pasir
1/2 sdt emulsifier
300 gr tape singkong, buang sumbunya
75 gr santan kental instan atau susu kental manis putih
180 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt vanilla
150 gr butter lelehkan (saya mix butter dan margarin)

Cara Membuat :
1. Panaskan oven 160'C, siapkan loyang.
2. Campur dan ayak tepung terigu dan baking powder. Sisihkan.
3. Haluskan tape singkong memakai garpu, tambahkan santan instan atau susu kental manis. Aduk hingga rata. Sisihkan.
4. Kocok telur, gula pasir dan emulsifier hingga mengembang, putih dan benar-benar KENTAL. Tambahkan vanilla, kocok lagi sebentar.
5. Masukkan tape sedikit demi sedikit sambil dimixer dengan kecepatan rendah.
6. Masukkan butter leleh sedikit demi sedikit, aduk balik memakai spatula hingga tercampur rata.
7. Masukkan terigu, aduk balik memakai spatula hingga rata atau boleh dimixer speed rendah.
8. Tuang ke dalam loyang dan panggang hingga matang. Oven saya sekitar 50 menit.
9. Angkat, biarkan sebentar dalam loyang baru dikeluarkan. Setelah dingin baru dipotong-potong

Notes :
1. Kocokan telur dan gula harus benar-benar KENTAL ya agar saat tape dimasukkan, adonan tidak 'turun'
2. Gunakan tape singkong yang manis tapi tidak terlalu berair atau terlalu lembek karena resiko bisa bantat.
3. Jangan menggunakan suhu oven terlalu tinggi agar cake bagian dalam bisa matang sempurna dan tidak gosong bagian luarnya.

Harus dicobain deh, karena memang oke resepnya. Dulu waktu masih jualan, saya juga selalu pakai resep ini dan Alhamdulillah banyak yang suka juga

Selamat mencoba...semoga bermanfaat ^^

MOIST CHOCO CHIFFON CAKE & TIPS-TRIK CHIFFON CAKE



Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Masih dalam bulan Syawal, izinkanlah saya mengucapkan 
"Taqabballahu Minna Wa Minkum, 
Shiyaamana Wa Shiyamakum. 
Kullu'aam Wa Antum Bikhair" 

Eid Mubarak 1438H
Mohon dimaafkan lahir batin atas segala khilaf dan salah ya.

Apa kabar blog tersayang? Luamaa banget gak mampir kemari, yaaa dengan alasan yang masih sama dengan yang dulu-dulu hihihi. Sekarang in shaa Allah diniatin mau mulai nulis blog lagi deh, moga-moga gak kalah dengan malasnya. Padahal sebenarnya banyak juga resep-resep yang mau saya posting disini, in shaa Allah nanti dicicil dikit-dikit ya.

Yang pertama saya mau posting choco chiffon cake aja ya. Segala macam varian chiffon cake bagi saya itu favorit banget, kecuali yang rasa durian tentunya hahaha. Dulu suka juga bikinnya, tapi ini udah lamaa banget gak nge-chiffon. Karena udah pingin banget, akhirnya dibelain lah kemarin baking perdana setelah mudik, saya bikin chiffon cake coklat. Padahal awalnya pengen bikin yang pandan, tapi gara-gara liat coklat bubuk dan DCC malah beloknya ke chiffon coklat.

Kali ini saya memakai resep dari super talented momy Tintin Reyner yang resep-resepnya selalu yahud dan recomended untuk dicobain. Foto-fotonya juga eye catching banget dan menggugah selera. Choco chiffon cake ini relatif mudah dibuat dengan bahan yang juga sederhana. In shaa Allah hasilnya bisa bagus asal step-nya dilakukan dengan benar ya. Sesuai dengan judulnya, chiffon cake ini moist dan fluffy, gak pakai kempes deh teksturnya. Alhamdulillah jadi favorit keluarga.




MOIST CHOCO CHIFFON CAKE

Bahan Pasta :
25 gr coklat bubuk
85 ml susu cair
50 gr dark cooking chocolate (DCC)
55 gr minyak goreng
1/2 sdt pasta coklat
100 gr tepung terigu protein rendah (misal : Kunci Biru)
1/2 sdt baking powder (saya skip)
6 butir kuning telur

Bahan Meringue :
6 butir putih telur
1/4 sdt garam
1 sdm air jeruk nipis / lemon
140 gr gula pasir

Cara Membuat :
1. Panaskan susu cair, tidak usah sampai mendidih, kemudian masukkan coklat bubuk. Aduk hingga larut dan masukkan DCC, pasta coklat serta minyak goreng. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campur dan ayak tepung terigu dan baking powder.
3. Tuang adonan pasta no 1 ke terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan memakai hand whisk, tambahkan kuning telur. Aduk hingga rata, sisihkan.
4. Kocok putih telur, garam dan air jeruk ni pis hingga setengah mengembang.
5. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga kaku.
6. Tuang kocokan putih telur sedikit demi sedikit ke dalam adonan pasta sambil diaduk balik perlahan menggunakan spatula hingga tercampur rata.
7. Tuang ke dalam loyang chiffon tanpa dioles apapun dan panggang dengan suhu 160'C hingga matang, Oven saya kurang lebih 55 menit.
8. Setelah matang, keluarkan dari oven dan segera tangkupkan loyang di atas botol hingga suhu ruang.
9. Setelah dingin, baru dikeluarkan dari loyang dengan cara disisir memakai pisau.




Beberapa tips & trik pembuatan chiffon cake yang saya rangkum dari beberapa sumber. Semoga bisa membantu yaa

1. Yang harus diperhatikan dalam pembuatan chiffon adalah proses pengocokan putih telur. Putih telur harus bebas dari kuning telur, wadah yang digunakan juga harus kering, bebas dari air dan minyak. Apabila ada kuning telur sedikit saja maka putih telur akan sulit mengembang dan kaku.

2. Penambahan air jeruk nipis atau lemon akan membantu menstabilkan kocokan putih telur.

3. Dalam pembuatan chiffon cake, loyang jangan dioles apapun, agar adonan bisa "naik" dengan bagus selama proses pemanggangan dan tidak merosot saat ditangkupkan ke leher botol

4. Segera tangkupkan chiffon cake yang sudah matang ke leher botol hingga suhu ruang agar 'kerangka' cake nya kuat dan stabil. Apabila setelah matang langsung dikeluarkan dari loyang maka chiffon cake akan langsung ambles.

5. Untuk membuat chiffon cake disarankan memakai loyang bongkar pasang agar lebih mudah saat mengeluarkannya. Tapiii...sebenarnya bisa kok dengan memakai loyang tulban biasa, cuma nanti agak susah waktu ngeluarinnya.

6. Adonan chiffon yang benar adalah adonannya kental sehingga tidak mudah merembes dari loyang, apabila adonaannya encer maka lebih mudah merembes. Saya memakai loyang chiffon yang ada pengaitnya sehingga adonan lebih aman, tetapi ada pula loyang chiffon yang tanpa pengait sehingga lebih longgar. Salah satu solusi agar loyang tanpa pengait tetap rapat. adalah dengan memanaskan di oven sebelum dituang adonan dan diberi percikan air, baru  kemudian dituang adonan. In shaa Allah adonan bisa rapat.

7. Gunakan pisau tipis untuk mengeluarkan chiffon dari loyangnya dengan cara disisir melingkar loyang.



Selamat mencoba ya...semoga bermanfaat ^^

SAGU KEJU



23 Ramadhan 1438H

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Masih ada yang bikin cookies buat ngisi toples Lebaran? Atau malah udah banyak yang mudik karna anak-anak sudah libur sekolah? Mungkin kalau yang masih punya stok bahan cookies, bisa dicoba bikin sagu keju aka sake seperti yang saya buat ini. Resepnya yang ini beda dengan yang duluuuu banget pernah saya posting ya, mungkin bisa jadi alternatif resep sake. Enak yang mana bund? Kalau untuk saya yang memang penggemar sake, jawabannya ya enak semua hihihi.

Bikin sake tuh menurut saya memang perjuangan banget ya waktu nyetaknya, Beraaat kan nyepuitnya jadi memang harus sabar. Dulu saya pernah juga nyobain resep yang konon nyetaknya gak perlu pakai otot, tapi menurut saya hasilnya lebih enak yang adonannya berat waktu dicetak hehehe. Jadinya gak pernah nyobain lagi deh dan akhirnya rela deh "olahraga" waktu nyepuitnya hihihi.

Resep yang saya pakai ini adalah resep dari multi talented momy ci Tintin Rayner. Bahannya mirip-mirip sih dengan yang pernah saya posting dulu dan hasilnya juga enak. Pokoknya untuk penggemar sake harus nyobain deh. Untuk variasi saya juga bikin yang versi pandan, tapi hasilnya pucat gak cantik huhuhu.


 Ready to bake ^^

SAGU KEJU

Bahan :
200 gr tepung sagu
1 kuning telur
70 gr gula pasir halus
70 gr butter 
30 gr margarin
80 gr keju  parut
30 ml santan kental instan

Taburan :
keju cheddar parut secukupnya

Cara Membuat :
1. Sangrai tepung sagu bersama 1 helai daun pandan hingga teksturnya terasa ringan. Angkat dan dinginkan.
2. Kocok dengan menggunakan mixer, butter, margarin dan gula. Cukup hingga asal rata saja, sekitar 1-2 menit.
3. Masukkan telur, kocok rata kemudian masukkan santan instan. Kocok hingga rata dan matikan mixer.
4. Masukkan parutan keju, aduk rata memakai spatula atau sendok kayu kemudian masukkan tepung sagu. Aduk hingga rata.
5. Masukkan adonan ke dalam piping bag yang sudah diberi spuit kemudian cetak di loyang yang dialas silpat atau dioles tipis margarin.
6. Taburi dengan keju parut kemudian panggang dengan suhu 140-150'C hingga matang. Oven saya sekitar 30 menit ya.
7. Angkat dan dinginkan di atas cooling rack.




Ada beberapa yang menanyakan bahan-bahan apa yang saya gunakan, saya memakai tepung sagu merk Alini, butter Anchor dan margarin-nya Blueband. Bukan promosi ya, cuma sekedar sharing aja. Tentunya bisa banget kalau memakai merk lain, yang pasti untuk bikin cookies, gunakan bahan berkualitas biar hasilnya enaaak. Sayang banget kan kalau hasilnya kurang enak karena bikin cookies tuh capek dan waktunya lamaaa hihihi.

Untuk keju parut di adonan bisa memakai edam atau parmesan ya, kalau saya kemarin pakai cheddar aja karena pas gak ada edam atau parmesan. Alhamdulillah enak-enak aja kok.




Selamat mencoba yaa...semoga bermanfaat ^^